Cerita Dampak: Gunungkidul
Melalui pembelajaran wellbeing yang terstruktur, sekolah-sekolah di Gunungkidul berhasil meningkatkan kepercayaan diri guru, keterlibatan siswa, dan literasi kesehatan mental di lingkungan sekolah.
87% siswa lebih memahami dan peduli terhadap kesehatan mental
100% guru merasa lebih percaya diri menyampaikan pembelajaran kesehatan mental
4,75/5 rata-rata penilaian pembelajaran dari siswa
100% dari 711 siswa merekomendasikan program Wellio kepada teman-temannya
Tantangan
Gunungkidul selama bertahun-tahun menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian terkait tingginya angka bunuh diri. Di sisi lain, sekolah menjadi salah satu lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan anak dan remaja setiap hari. Namun banyak guru dan konselor sekolah menghadapi tantangan yang sama:
Keterbatasan waktu untuk menyiapkan materi
Keterbatasan sumber daya pembelajaran yang terstruktur
Kebutuhan untuk menjangkau lebih banyak siswa secara konsisten

Pendekatan
Wellio bekerja sama dengan sekolah, guru BK, dan pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul untuk menghadirkan pembelajaran kesehatan mental yang terstruktur melalui platform digital. Materi yang digunakan membantu guru memfasilitasi pembelajaran mengenai:
Regulasi emosi, Empati, Hubungan Yang Sehat
Komunikasi, Penggunaan media sosial
Identitas diri, Manajemen Stress
Dan masih banyak lagi
Keterbatasan waktu dan sumber daya
Guru dan sekolah memiliki banyak tanggung jawab, sehingga membutuhkan materi pembelajaran yang siap digunakan dan mudah diterapkan.
Belum adanya materi yang terstruktur
Banyak sekolah masih menyusun pembelajaran sosial-emosional secara mandiri tanpa panduan, alur, atau evaluasi yang konsisten.
Sulit mengukur dampak pembelajaran
Sekolah membutuhkan pendekatan yang tidak hanya relevan dan interaktif, tetapi juga dapat membantu memantau perkembangan peserta didik secara berkelanjutan.
Keterbatasan waktu dan sumber daya
Guru dan sekolah memiliki banyak tanggung jawab, sehingga membutuhkan materi pembelajaran yang siap digunakan dan mudah diterapkan.
Belum adanya materi yang terstruktur
Banyak sekolah masih menyusun pembelajaran sosial-emosional secara mandiri tanpa panduan, alur, atau evaluasi yang konsisten.
Sulit mengukur dampak pembelajaran
Sekolah membutuhkan pendekatan yang tidak hanya relevan dan interaktif, tetapi juga dapat membantu memantau perkembangan peserta didik secara berkelanjutan.
Hasil yang Terlihat
Guru Lebih Percaya Diri
Materi yang terstruktur membantu guru mengurangi waktu persiapan sekaligus memberikan panduan yang jelas dalam pelaksanaan pembelajaran.
Siswa Lebih Terlibat
Sebanyak 87% siswa melaporkan bahwa mereka lebih memahami dan peduli terhadap kesehatan mental setelah mengikuti pembelajaran.

"Dengan adanya Wellio, hubungan saya dengan guru dan teman-teman saya jadi lebih baik. Saya bisa mengatur diri saya, emosi saya, dan perasaan saya jadi lebih stabil, lebih tenang."

Andhini
Siswi SMPN X Gunungkidul
Lihat bagaimana Wellio membantu sekolah menghadirkan pembelajaran wellbeing yang terstruktur, praktis, dan berdampak.

